Tenun Ulap Doyo merupakan warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur. Keindahan karya tenun ini telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan merambah ke mancanegara.
Seiring waktu berjalan, Tenun Ulap Doyo tidak lagi mudah ditemukan. Para pengrajin tenun ini mulai mengalami kesulitan memperoleh pohon Doyo yang menjadi bahan utama kain tenun ini. Pohon-pohon tersebut biasanya banyak ditemui di hutan, jumlahnya semakin menipis..
Hutan yang dulu menjadi lahan subur bagi pohon Doyo, sedikit demi sedikit terkikis oleh tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Area hutan yang semakin sempit tersebut membuat Tenun Ulap Doyo pun semakin langka.
Sementara, karena kurangnya perhatian pada hasil kerajinan suku Dayak Benuaq, membuat para penerusnya enggan untuk melanjutkan usaha yang telah diwariskan oleh para leluhur selama puluhan tahun.
Namun keberadaan Tenun Ulap Doyo berhasil dihadirkan kembali Estee Nugraha dalam rancangannya yang dipamerkan pada Mei 2014 lalu. Acara yang bertajuk Heritage Culture of Dayak Benuaq Estee Nugraha Berkarya’ menjadi ajang mengekspresikan keindahan kain Tenun Ulap Doyo sekaligus menceritakan tentang kain tenun khas Dayak Benuaq, Kalimantan Timur itu.
Desain busana karya Estee Nugraha itu mendapat sambutan hangat dalam pagelaran tersebut. Ia pun memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas tentang kepeduliannya terhadap warisan budaya leluhur, khususnya Tenun Ulap Doyo yang merupakan aset bangsa yang perlu dilestarikan.
Acara ‘Heritage Culture of Dayak Benuaq Estee Nugraha Berkarya’ tersebut dimeriahkan oleh tari-tarian adat, peragaan busana, dan peluncuran hasil karya kelompok pengrajin tenun. Tarian-tarian adat khas suku Dayak Benuaq yang disuguhkan seperti Tari Gantar, Tari Belian Sentiu, serta Tari Ngulaq Doyo.
Pada kesempatan itu peragaan busana kain Tenun Ulap Doyo dipamerkan bersama Tenun Badong Tancep. Seluruh rancangan Estee Nugraha diperkenalkan melalui peragaan empat orang Puteri Indonesia dengan pulasan make up and hair do by Moor’s Professional Make Up. Keempat Puteri Indonesia adalah Elfin Pertiwi Puteri Indonesia Lingkungan 2014, Estelita Liana Puteri Indonesia Pariwisata 2014, Noor Zabilla Puteri Indonesia DKI 2 2014, dan Ajeng Patria Puteri Indonesia DKI 1 2008.
Acara yang syarat dengan kearifan budaya Kalimantan Timur ini dihadiri Wardiman Djojonegoro dari Yayasan Puteri Indonesia, Walikota Balikpapan Arita Rizal Effendi, dan perancang busana Mien R Uno.
Figur Estee Nugraha memang tidak terlahir di Kalimantan, namun di tengah perjalanan hidupnya ia memiliki ketertarikan pada budaya khas Kalimantan hingga akhirnya ia bertekad untuk memperjuangkannya agar warisan tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat luas.*
Batik, Kabar Pasar, Kaltim
Ulap Doyo, Tenun Warisan Budaya Suku Dayak Benuaq
Tenun Ulap Doyo berhasil dihadirkan kembali Estee Nugraha dalam rancangannya yang dipamerkan pada Mei 2014 lalu. Acara yang bertajuk Heritage Culture of Dayak Benuaq Estee Nugraha Berkarya’ menjadi ajang mengekspresikan keindahan kain Tenun Ulap Doyo sekaligus menceritakan tentang kain tenun khas Dayak Benuaq, Kalimantan Timur itu.

